Selasa, 27 Desember 2011

Masalah Utama Jawa Barat

Senin, 26 Desember 2011 21:00 WIB
 
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Sunda mengkritisi pembangunan di Jawa Barat. Berbagai persoalan muncul satu tahun terakhir, mulai dari masalah ekonomi, hingga bencana alam. Namun Bamus menilai masalah utama yang dialami Jawa Barat adalah masalah pendidikan.

Pemerintahan daerah di Jawa Barat dinilai belum berpihak pada pembangunan yang berujung pada kesejahteraan masyarakat. Pembangunan pendidikannya belum tampak menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas.

Hal itu terlihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pendidikan masyarakat di Jawa Barat hanya 6,8 tahun. "Hal ini berarti masyarakat Jawa Barat hanya lulusan sekolah dasar," tutur Kepala Bamus Jawa Barat, Memet Hamdan dalam refleksi akhir tahun di Gedung Magister Manajemen Universitas Padjadjaran, Senin (26/12).

Angka partisipasi sekolah di Jawa Barat hanya 47 persen di tingkat SMA dan 10 persen di perguruan tinggi. Padahal Jawa Barat diklaim memiliki pendidikan yang terbaik di Indonesia. Angka partisipasi yang rendah menyebabkan kualitas manusia di Jawa Barat pun rendah. "Tenaga kerja di Jawa Barat hanya menempati posisi operator," kata dia.

Pemerintah-pemerintah daerah di Jawa Barat membuka kesempatan yang seluas-luasnya bagi para pemodal asing yang ingin berinvestasi. Hal ini diasumsikan akan mampu menciptakan lapangan kerja baru.

Namun penciptaan lapangan kerja baru tanpa diikuti oleh tingkat pendidikan yang baik adalah hal yang sia-sia. Masyarakat Jawa Barat tetap tidak dapat terlibat dalam pembangunan industri tersebut, kata Memet.

Masuknya investor ke Jawa Barat tidak hanya menambah lapangan kerja, lanjutnya, tetapi juga mengikis lahan pertanian. Pembangunan di sektor industri membuat tenaga kerja di sektor pertanian berkurang. "Mereka lebih memilih bekerja di industri yang lebih menjanjikan kesejahteraan," tutur Memet.

Wali Kota Bandung, Dada Rosada, mengungkapkan musyawarah masyarakat Sunda menghasilkan poin peningkatan pendidikan. "Masyarakat Sunda, khususnya di Kota Bandung jangan mau tersisihkan oleh pendatang dalam hal pendidikan," kata dia.

Pendidikan yang baik merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sunda. Kalau masyarakat Sunda ingin maju, tegas Dada, maka pendidikan harus ditingkatkan.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/regional/jawa-barat/11/12/26/lwtdl7-ini-masalah-utama-jawa-barat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar